LAILATUL QADR (MALAM KEMULIAAN) - SANTRI HIKAM

Santri hikam yang membahas seputar kajian islam dunia dan kesehatan,,

Hot

Post Top Ad

Thursday, 5 September 2019

LAILATUL QADR (MALAM KEMULIAAN)



Allah Swt berfirman dalam Al-quran: " sesungguhnya kami telah menurunkan Al-quran pada malam kemuliaan. Tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik daro seribu bulan." (QS.Al-Qodr :1-4)

Rasulullah saw bersabda:
" berfikir satu jam itu lebih baik dari pada beribadah enam puluh tahun". ( HR.Abu syekh ,dari Abu Huroiroh).
Tegasnya,seluruh waktu kita merupakan lailatul qodr. Siangnya, malamnya, minggunya, bulannya, tahunnya, dan seluruh waktu merupakan lailatul qodr. Dan adalah benih Al-Qur'an yang diturunkan kepada nabi Muhammad saw untuk pertama kali di gua Hiro, tanggal 17 Romadlon, pada 40 tahun dari umur beliau, yang juga benih tersebut diturunkan ke dalam hati seorang dari umatnya, Terserah dari kabilah mana atau negeri mana dia berasal. Alloh juga menurunkan al-ruh al-Amin pada zamannya untuk seseorang itu; sebagaimana malaikat Jibril as. adalah al-ruh al-amin bagi Rosululloh saw. Maka saat seperti merupakan lebih baik dari seribu bulan, dan malam itu merupakan malam lailatul qodr.

Oleh karena itu, apabila benih yang sebenarnya tersebut telah tertanam di dalam hati sanubarinya, maka hatinya menjadi hidup, yaitu dengan kehidupan abadi ukhrowi dengan ma'rifat, karena marifat itu adalah pekerjaan hati. Rosulullohsaw. Bersabda:
Artinya: "Aku adalah orang yang paling mengerti tentang Allah dari pada kamu, dan sesungguhnya ma'rifat adalah pekerjaan hati" (HR.Bukhori, dan Abu Said al-Khudzri)
Adapun keadaan iman seorang hamba itu sesuai dengan kadar pengetahuannya tentang Alloh. Karena itu tetapkanlah, bahwa bertambah dan berkurangnya iman itu sesuai dengan kadar pengetahuannya tentang Tuhannya. Karena pekerjaan itu tidak hanya terbatas pada yang bersumber dari anggota badan tetapi juga mencakup apa yang bersumber dari hati, Sebagaimana Alloh Swt. berfirman dalam Al-Qurlan:

Artinya: "Tetapi Alloh menghukum kamu disebabkan (sumpahmu) yang disengaja (untuk bersumpah) Oleh hatimu '' (QS. Al-Baqoroh: 225)
 Apabila hati telah menjadi hidup dengan ma'rifah, atau dengan  pekerjaan hati, yaitu dengan dzikir hati dan dengan iman yang telah dituliskan oleh Alloh ke dalam hatinya melalui lisan orang yang 'arif yakni ditulis dengan pena Alloh yang Dia meng-ajarkan manusia apa yang belum dia ketahui. 

Oleh karena itu, apabila hati telah menjadi hidup dengan  ma'rifah, maka Dia mengujinya dengan kesengsaraan dan menggembirakannya dengan kebahagiaan yang semestinya. 
Di samping ma'rifat itu di dalam hati, maka iman juga di dalam hati. Sebagaimana yang ditegaskan oleh Rosululloh dalam sabda beliau:
"Artinya: Islam itu terang,dan iman itu di dalam hati".

No comments:

Post a Comment

Post Top Ad