Antara kejahatan Hawa Nafsu dan Perjuangan Zuhud - SANTRI HIKAM

Santri hikam yang membahas seputar kajian islam dunia dan kesehatan,,

Hot

Post Top Ad

Saturday, 5 October 2019

Antara kejahatan Hawa Nafsu dan Perjuangan Zuhud


Sabda Nabi saw ; 'Ada tiga hal yang bisa menghancurkan ; (1) Taat kepada Hawa nafsu, (2) mengikuti sifat kikir, dan (3) menyombongkan diri."

Demikianlah, dan semua maksiat memang berawal dari mengikuti  hawa nafsu, dimana hawa nafsu akan membimbing ke neraka. Dan semoga kita tetap dalam perlindungan Allah.

sebagian orang ma'rifat berkata ; ”Bila dalam (hatimu) muncul dua, maka engkau tidak tahu lagi dimana kebenaran. Maka lihatlah, pikir, mana diantara dua itu yang paling dekat dengan hawa nafsu, maka perangilah!"

  Senada dengan syair Imam Syafi'i ; ”Bila masalahmu terpusat pada dua tujuan, dan engkau tidak tahu yang salah atau yang benar; maka  hancurkan hawa nafsumu, sebab hawa nafsu bisa membimbing ke arah jiwa yang tercela.”
Ibnu Abbas ra. berkata; ”Bilamana kamu ragu memilih dua pendapat, maka tinggalkan yang kau cintai dan pakailah yang ringan bagimu." Pedomannya; sesuatu yang ringan amat mudah bagimu, jangkauannya mudah, resiko kecil dan pertolongan akan cepat datang. Maka seseorang akan lebih bersemangat terhadap keinginannya. Bila yang berat diambil, jelas terasa sulit, sulit menjangkau dan pertolonganpun terasa lama."

Riwayat Ibnu Umar ra. : Kekanglah hawa nafsu kalian. Sebab hawa nafsu selalu mengantar ke jalan keburukan. Sesungguhnya perkara benar selalu berat namun nikmat, dan perkara batil selalu ringan -tapi mentah, Menghindari kerusakan lebih mudah daripada memperbaiki kerusakan.

Lukman berkata kepada putranya; ”Pertama kali aku peringatkan  Padamu mengenai hawa nafsu. Nafsu selalu punya kesenangan dan  keinginan. Andai kamu memberikan ”keinginan" , maka nafsu bisa tumbuh  dalam hati laksana tumbuhnya api di atas batu, (yang lama kelamaan menjadi rapuh dan runtuh, tidak berbentuk hati lagi melainkan bubuk racun).

Nabi Saw. bersabda; "Allah menciptakan akal, dan Dia berfirman  Padanya; 'Menghadaplah... !' Akal-pun menghadap. Firman-Nya; hadaplah ke belakang!” Akal lantas membelakangi. Allah Ta'ala berfirman; demi keagungan dan Keluhuran-Ku,_ AKU tidak akan meletakkanmu kecuali buat orang-orang yang kucintai diantara mahluk-Ku."

Dan Allah menciptakan kebodohan,berfirman padanya; "menghadaplah." Ia pun menghadap dan membelakangi . Lalu Allah berfirman; Demi keagungan dan keluhuranku, Aku tidak akan meletakkanmu kecuali buat orang-orang yang Aku benci diantara makhluk-Ku".(HR.Imam Tirmidzi).

 Wansyaddal akhor; "Bila kamu ingin berhasil menggapai cita_ciita sekali-kali janganlah engkau menuruti keinginan hawa nafsu. Perangilah dia semua dorongan keinginannya, dan kekanglah dirimu untuk bercampur dengan orang yang sesat. Tinggalkan bisikan nafsu, bisikkan itu jelas ke arah kejahatan mulai bisikkan pertama atau selamanya, tetap pada akhirnya adalah neraka.

  Beberapa kata mutiara; "Hawa nafsu merupakan kendaraan yang jelek, dia menuntun ke arah kesenangan dan menempatkan pada tempat ujian. Maka janganlah keinginan nafsumu berjalan ke tempat yang buruk

 Dunia adalah tidur; akherat adalah bangun; diantara keduanya ada kematian. Sementara kita semua saat ini berada dalam mimpi-mimpi yang kosong. Barangsiapa yang melihat berdasarkan hawa nafsunya tentu akan kebingunan. Barangsiapa yang memutuskan untuk hawa nafsu tentu akan  menyeleweng. Dan barang siapa yang memperpanjang pertimbangan, dia tidak akan menemukan batas akhir, dan buat orang yang memandang   (mempertimbangkan) tidak akan pernah berakhir.

 Sabda Nabi saw; "Sebaik-baik agamamu adalah wira-i (menjauhkan diri dari maksiat atau barang subhat/antara barang halal dan haram)."  
 Nabi saw bersabda; 'Jadilah kalian seerang yang wira-i, pasti kamu  akan jadi orang paling ahli ibadah diantara manusia. Jadilah kamu orang  yang bersifat menerima, pasti kamu jadi orang yang paling bersyukur  diantara manusia."

Sabda Nabi saw; "Barangsiapa yang tidak bersifat Warai'; dimana  wara' mampu menghalangi maksiat kepada Allah ketika menyendiri, maka Allah tidak akan memperdulikan satupun ilmunya."

Wallahu a



No comments:

Post a Comment

Post Top Ad